Cerita Ala Denok berisi kumpulan cerita, cerpen, dan series hasil karya Denok

13 August 2013

Jangan Salahkan Kucing

kucing image, gambar kucing, kucing lucu
Jangan Salahkan Kucing
Di sebuah dusun kecil hidup seorang Kakek. Kakek ini hanya ditemani oleh seekor ikan mas yang lucu dan imut. Kakek sangat menyayangi si ikan mas, karena itu satu-satunya peninggalan istri tercinta yang sudah meninggal beberapa tahun silam.

Kakek dan si ikan hidup bahagia. Rasa sayang Kakek yang besar membuat Kakek merawat dan menjaga si ikan dengan sebaik-baiknya. Kakek selalu memperhatikan kesehatan si ikan melebihi dirinya sendiri. Merasakan pemeliharaan yang luar biasa si ikan pun hanya bisa berserah penuh sama si Kakek.

Suatu malam yang sunyi senyap dan sedikit menyeramkan karena petir yang terus-menerus menggelegar, terdengar suara lirih dari balik jendela. Semakin lama suara itu semakin keras, tak sanggup menahan rasa penasaran Kakek pun segera bergegas menghampiri asal suara itu. Didapatilah seekor anak kucing malang yang kehilangan induknya, dengan tampang kumal dan wajah memelas si kucing berharap mendapat sedikit iba dari Sang Kakek. Setelah menimbang-nimbang beberapa saat lamanya akhirnya si Kakek memutuskan untuk mengambil anak kucing itu.

Anak kucing itu dimandikan, dikeringkan, lalu di beri makan. Melihat kehadiran si anak kucing, si ikan mas merasa sedikit kurang nyaman. Ada rasa takut dalam hati si ikan tapi ikan mas percaya bahwa Kakek tak akan memberikan sesuatu yang membahayakan hidupnya. 
Setelah selesai makan si anak kucing tampak mengantuk, dan Kakek pun segera menyediakan tempat tidur yang hangat buat anak kucing itu. Malam itu pun berlalu dengan damai.

Keesokan harinya Kakek bangun pagi-pagi sekali, pergi ke pasar membeli susu untuk si anak kucing. Saat anak kucing terbangun semangkok susu sudah tersedia, anak kucing itu pun merasa sangat senang. Sejak saat itu si anak kucing menjadi bagian dari anggota rumah Kakek.

Hampir sebulan tinggal bersama, si anak kucing tidak mengetahui bahwa ada ikan mas yang imut dan lucu, yang juga tinggal bersama mereka. Hal itu dikarenakan Kakek menempatkan si ikan mas dalam sebuah akuarium yang diletakan di kamar pribadinya. Kakek merahasiakan keberadaan si ikan mas karena khawatir si anak kucing akan membahayakan nyawa ikan mas kesayangannya itu.

Setelah sebulan berlalu akhirnya Kakek memperkenalkan si anak kucing dengan si ikan mas. Kakek terpaksa melakukannya karena Kakek harus pergi sebentar ke kota untuk menengok cucunya yang baru lahir. Kakek berpesan pada anak kucing agar menjaga si ikan mas dengan baik.

Malam sebelum berangkat ke kota Kakek mengulangi pesannya kembali kepada si anak kucing. Bahkan pagi harinya, sesaat sebelum berangkat Kakek mengulang untuk ketiga kalinya agar si anak kucing menjaga si ikan mas dengan baik. Kali ini si anak kucing menjawab dengan sangat tegas dan lantang “Baik Kek. Tidak usah khawatir”

Selepas Kakek pergi si anak kucing bermain seperti biasa sambil sesekali menengok ikan mas ke kamar Kakek dari pagi sampai sore keadaan aman-aman saja. Setelah selesai makan si anak kucing mulai berpikir bagaimana cara menjaga si ikan mas karena matanya mulai mengantuk. Si anak kucing kemudian menghampiri si ikan mas dan berkata boleh kah aku tidur di dekatmu? Sesuai dengan pesan Kakek aku harus menjagamu. Si ikan mas hanya menjawab tapi kamu tidak akan melakukan apapun kan? Dengan cepat si anak kucing menjawab tentu saja tidak aku hanya akan tidur. Akhirnya si ikan mas memperbolehkan si kucing tidur di dekat akuarium. Awalnya si ikan mas merasa tidak nyaman dan takut, tapi karena percaya dengan Kakek yang menugaskan si anak kucing menjaganya maka si ikan mas pun akhirnya tidur. Si ikan mas tidur dengan pulas tapi si anak kucing sedikit gelisah. Mungkin karena khilaf si anak kucing akhirnya sukses memakan habis si ikan mas. Entah karena rasa bersalah atau takut di usir, pagi itu si kucing langsung berlari pergi meninggalkan rumah Kakek.

Betapa terkejut dan menyesalnya Si Kakek ketika tiba di rumah, ia tidak menemukan apapun selain ekor si ikan mas kesayangannya yang mengambang di dalam akuarium. Sekalipun Kakek sangat bersedih kehilangan ikan mas kesayangannya, tapi Kakek masih saja peduli dengan si anak kucing. Seharian itu dari mulai tiba di rumah sampai larut malam Kakek masih mencari si anak kucing, tapi tidak ditemukan juga. Karena malam semakin larut Kakek memutuskan untuk kembali pulang dan melanjutkannya lagi esok hari. Si anak kucing yang sedari tadi mengamati Kakek mencarinya dengan khawatir menjadi semakin merasa bersalah dan tidak punya tempat untuk dituju. Setelah mengetahui Kakek tertidur pulas si anak kucing dengan mengendap-endap mendekati jendela kamar Kakek dan tidur tepat di sisi jendela itu.

Keesokan harinya si anak kucing terbangun dan terperanjak ketika sadar ternyata dirinya berada di tempat tidurnya dan semangkuk susu segar sudah tersaji persis di hadapannya. Anak kucing merasa malu hanya bisa menunduk tak kuasa menatap wajah Kakek yang bersahaja sembari mengucapkan salam. Mendapat pengampunan yang besar dari Kakek, si anak kucing akhirnya menyadari akan kelemahannya dan sejak saat itu tidak mau lagi bermain-main dengan kelemahannya. Dia tidak pernah mencoba mendekat dengan ikan manapun, sebab tidak mau melakukan khilaf untuk kedua kalinya.

By Denok

0 comments:

Post a Comment

Theme images by gaffera. Powered by Blogger.

© 2013 Cerita Ala Denok, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena